Apa manfaat manajemen resiko? Seperti yang diketahui manajemen risiko merupakan sebuah pemetaan berbagai risiko yang bisa timbul dengan cara mengidentifikasi, mengukur, memetakan, mengembangkan alternatif penanganan risiko. Selai itu tugas dari bagian yang satu ini yaitu untuk memonitor risiko, mengendalikan dan mencegah risiko apa saja yang muncul selama menjalankan bisnis. Nah, untuk mengetahui lebih jauh tentang manfaat dari bagian yang satu ini, maka simak beberapa ulasan lengkapnya di bawah ini.

Manfaat Manajemen Risiko Bagi Perusahaan

Perlu diketahui bahwa ada banyak sekali manfaat yang bisa dirasakan dengan adanya manajemen risiko bagi perusahaan. Langsung saja berikut ini beberapa ulasan tentang manfaat manajemen untu perusahaan yaitu diantaranya:

  1. Manajemen risiko dapat mencegah kegagalan sehingga peningkatan keuntungan atau laba bisa dilakukan atau setidaknya kerugian perusahaan tidak terlalu besar.
  2. Manajemen risiko dapat dijadikan pelindung perusahaan dari risiko murni. Hal ini dikarenakan para kreditor pelanggan dan pemasok lebih menyukai perusahaan yang terlindungi. Cara perlindungan tersebut bisa dengan pemberian asuransi tertentu sehingga secara tidak langsung akan meningkatkan public image.
  3. Manajemen risiko dapat memberikan informasi dan pandangan atau perspektif kepada pihak manajemen perusahaan mengenai profil risiko serta perubahan mendasar tentang produk, pasar, lingkungan bisnis, serta perubahan lainnya.
  4. Manajemen risiko bisa membuat cadangan memadai dalam mengantisipasi risiko terukur. Hal ini kemudian dapat menghindari risiko kerugian yang lebih besar.
  5. Manajemen risiko dapat menghitung dan mengukur besarnya risk exposure serta menetapkan alokasi sumber-sumber dana sekaligus limit risiko yang lebih tepat.

Seorang manajer pendana atau investor harus pandai dalam melakukan manajemen risiko karena potensi kerugian yang bisa saja dialami saat berinvestasi harus dapat diprediksi. Setelah mengetahui risiko tersebut, kemudian dapat disusun rencana dan mengambil tindakan yang tepat guna mengurangi nilai risiko.

Risiko yang mungkin terjadi dapat di toleransi berdasarkan pada beberapa kategori. Apabila risiko yang timbul kecil, biasanya dibiarkan. Sedangkan, risiko yang besar, biasanya akan dihindari oleh perusahaan dengan menggunakan strategi terperinci.

Baca juga : Pengaruh Lokasi Bisnis Terhadap Sektor Ekonomi

Tahapan Penerapan Manajemen Risiko dalam perusahaan

Ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan dalam penerapan manajemen risiko pada perusahaan. Tahapan tersebut, diantaranya yaitu:

  1. Lingkungan internal yang berhubungan dengan internal perusahaan. Hal ini berhubungan dengan struktur organisasi perusahaan, budaya kerja, dan pendelegasian wewenang yang harus jelas dan tertulis.
  2. Penentuan sasaran bagi perusahaan haruslah memiliki tujuan yang jelas dari organisasi yang sudah dibentuk. Hal ini bertujuan agar risiko yang mungkin terjadi lebih mudah untuk diidentifikasi, diakses, dan dikelola sesuai dengan tujuan yang telah dibuat.
  3. Identifikasi peristiwa dilakukan setelah tujuan organisasi dibuat. Pihak perusahaan harus mengidentifikasi kejadian yang berpotensi untuk memengaruhi pencapaian dan strategi dalam kegiatan operasional. Risiko yang bisa saja terjadi dapat memengaruhi tujuan organisasi sehingga menimbulkan efek positif dan negatif bagi perusahaan.
  4. Penilaian risiko dilakukan dalam rangka menilai dan mengukur seberapa besar kejadian atau keadaan yang dapat mengganggu pencapaian suatu tujuan.
  5. Tanggapan risiko harus dilakukan oleh perusahaan setelah mengetahui hasil dari penilaian risiko. Perusahaan dapat melakukan beberapa langkah, seperti, menerima, memindahkan, mengurangi, dan menghindari risiko sesuai dengan penilai risiko yang telah dibuat.
  6. Aktivitas pengendalian kemudian dilakukan untuk menyusun kebijakan dan prosedur agar manajemen risiko bisa dilaksanakan dengan cara efektif.
  7. Informasi dan komunikasi dilakukan untuk menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak terkait dengan kualitas informasi yang tepat. Selain itu, arah dan alat komunikasi yang harus sesuai dengan prosedur.
  8. Tahap terakhir adalah pemantauan. Aktivitas ini harus dilakukan secara konsisten untuk menghindari pelaporan yang tidak lengkap, berlebihan, atau terdapat kecurangan/kepalsuan sebuah data tertentu.

Saat ini telah banyak perusahaan yang menggunakan software keuangan usaha untuk memantau situasi perusahaan sekaligus keuangannya. Nah, bagi Anda yang juga tertarik untuk menggunakan aplikasi tersebut, Finata menyediakannya. Finata sendiri merupakan sebuah penyedia jasa software akuntansi yang menyediakan berbagai pilihan paket perencanaan dan pengelolaan keuangan yang bisa Anda pilih sesuai kebutuhan. Tentu saja dengan menggunakan aplikasi tersebut lebih menghemat waktu dan juga tenaga. Jadi pastikan untuk pesan sekarang juga ya! Demikian sedikit ulasan tentang manfaat manajemen resiko untuk perusahaan. Semoga bermanfaat!